Jenis Penutup Atap Rumah Tinggal – Teknologi & Sifatnya

Jenis Penutup Atap, Bag 1 Dari 2

Fungsi atap yang utama adalah sebagai penutup dan pelindung bagian atas bangunan, peneduh &  juga estetis.

Jenis penutup atap

Jenis penutup atap dalam postingan ini adalah jenis atap miring pada bangunan rumah tinggal, terbuat dari bemacam material, dan bukanlah atap datar (atap dak/pelat beton).

Sudut kemiringan atap terkadang bisa menjadi indikator mengenai seberapa tinggi teknologi yang dipakai pada atap tersebut. Umumnya jenis atap dengan sudut kemiringan yang landai atau sangat rendah menggunakan teknologi yang tinggi, sebaliknya jenis atap dengan sudut kemiringan tinggi/curam biasanya termasuk kategori penutup atap ber teknologi rendah.

Tapi bukan berarti kualitasnya menjadi bagus atau jelek, maksudnya disini adalah dalam proses pembuatannya, misalnya genteng tanah liat dibandingkan dengan poly carbonat, yang pertama bisa dibuat secara sederhana sedangkan yang kedua perlu melalui proses pabrikasi. Mengenai kualitas, sering kita temui rumah tua atau peninggalan jaman Belanda yang atap genteng lamanya masih utuh sampai sekarang.

Teknologi penutup atap

Untuk lebih paham lebih jauh tentang prinsipnya, coba kita lihat kasus penutup atap yang menggunakan teknologi paling rendah, contohnya: atap dari bahan dedaunan, biasa disebut atap rumbia, atau kalau diluar negeri/eropa berupa atap jerami. Biasanya dipasang dengan sudut kemiringan 30 – 45 derajat atau lebih. Kenapa begitu? Karena mereka tidak terlalu kedap air/tahan bocor.

Walau begitu jenis atap ini lazimnya lumayan tebal, sehingga sudut kemiringan yang curam tersebut membuat air cepat mengalir turun sebelum sempat merembes kedalam. Inilah mengapa penutup atap jenis ini dikategorikan berteknologi rendah.

Sedangkan yang masuk kategori teknologi ‘wah’, bersudut landai seperti teknik pemasangan ‘kliplock’ pada atap metal lembaran yang bergelombang (atap zinc alume dll), mereka bisa dipasang pada sudut kemiringan sangat landai hingga 1 derajat, bahkan mungkin kurang, karena desainnya sudah disiapkan untuk tahan kebocoran/kedap air.

Atap sederhana

Untuk teknologi atap sederhana kita bisa lihat contoh gambar dibawah ini, terlihat sudut kemiringan atapnya seperti apa.

Terlepas dari sifat tahan airnya, penutup atap juga harus memiliki fungsi lainnya: dia harus tahan pengikisan dan karat, juga bisa terlihat estetis. Di daerah beriklim panas dia harus bisa menahan panas, sedangkan di daerah dingin harus bisa menyerap panas dan menahan beban tumpukan salju.

Sifat penutup atap

Penutup atap harus bisa menahan/kuat terhadap:

  • Terpaan angin, yang bisa sangat kencang di wilayah tertentu
  • Beban manusia, ketika ada pekerjaan perawatan atau perbaikan atap
  • Badai
  • Beban salju
  • Gempa bumi

Akan bersambung ke bagian 2, Bahan Penutup Atap Rumah Tinggal – Ragam & Materialnya

CGA, layanan jasa kontraktor di Bandung

CGA, jasa kontraktor di Bandung, jangan ragu untuk menghubungi kami, atau bila anda ingin mengetahui lebih jauh tentang kami dapat membuka halaman profil CGA.

Author: CS CGA

Jasa kontraktor bangunan, jasa kontraktor rumah di Bandung View all posts by CS CGA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *