Konsep & Metode Waterproofing, 2 Dari 2

Waterproofing, Apa Dan Bagaimana Jenis Dan Aplikasinya

Metode Waterproofing

  1. Semen tahan air
  2. Membran cair
  3. Pelapis bitumen
  4. Membran bitumen
  5. Membran poliuretan cair

Semen tahan air

Semen tahan air merupakan metode waterproofing paling mudah. Produk varian ini biasanya memang berbentuk mirip semen atau semacamnya dan banyak tersedia pada berbagai toko bangunan, dan mudah juga dicampur/diaplikasikannya.

Waterproofing semen tahan air

Metode ini seringnya untuk area basah didalam bangunan, seperti kamar mandi dan toilet. Karena diperuntukan untuk bagian dalam maka produk jenis ini memang tidak disiapkan untuk terekspos lingkungan luar, seperti cahaya matahari dan cuaca.

Membran cair

Membran cair adalah lapisan tipis yang terdiri dari lapisan primer dan dua lapisan pelengkap diatasnya yang aplikasinya dilakukan dengan cara penyemprotan atau bisa juga di rol. Produk dari jenis ini lebih fleksibel dibandingkan semen tahan air diatas. Cairan membran ini berubah menjadi semacam lapisan karet yang menempel pada permukaan semprotan, dan dapat melar (elastis) konon hingga mencapai 280%. Daya tahan produk ini bergantung dari jenis polimer yang digunakan oleh produsen dalam pembuatan produknya.

Membran cair waterproofing

Varian lainnya bisa juga berupa cairan semprot yang terbuat dari polimer dan campuran bahan aspal yang sudah dimodifikasi.

Pelapis bitumen

Pelapis bitumen bisa menjadi pilihan untuk pelapisan waterproofing dan perlindungan lainnya yang membutuhkan fleksibilitas dikarenakan campuran polimer pada formula bahannya.

Waterproofing Bitumen/aspal membran

Pelapis bitumen ini sebutan lainnya adalah pelapis aspal. Biasanya diaplikasikan diatas permukaan plat/dak beton baru kemudian ditambahkan material penutup finishing diatasnya – sesuai selera. Waterproofing jenis ini termasuk berkualitas sangat baik, tetapi karena berbahan dasar turunan bitumen maka tidak terlalu cocok juga terekspos cuaca yang sangat panas.

Bila terpapar panas tinggi terlalu lama maka bisa menjadi rapuh, kecuali produknya sudah di modifikasi dengan campuran material tambahan yang lebih fleksibel seperti poliuretan atau bahan polimer berbahan dasar arkrilik. Tingkat fleksibilitas dari produk akhirnya selalu bergantung kepada campuran bahan polimer yang ditambahkan.

Membran bitumen

Waterproofing jenis ini populernya digunakan untuk atap yang bersudut kemiringan rendah karena mengandung perekat pada bahan campurannya. Biasanya terdiri dari campuran aspal, polimer dan semacam dempul pengisi, kadang ada juga produk tertentu yang diberi campuran tambahan berupa resin dan sejenis minyak untuk meningkatkan karakteristik perekatannya. Kekurangannya pada jenis ini adalah mempunyai umur yang tidak panjang karena rekatan pada membran akan berkurang seiring waktu.

Waterproofing dengan campuran bitumenMembran poliuretan cair

Waterproofing pada tipe ini cocok digunakan pada area atap datar dan terekspos terhadap cuaca. Memiliki kualitas yang sangat baik, tangguh dan harganya mahal.

Waterproofing dengan poliuretan membran cair

Produk ini menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi, poliuretan bersifat sensitif terhadap kadar air dan kelembaban pada area aplikasi. Oleh karenanya sebelum pengaplikasian bahan harus dipastikan area tersebut kering benar, bila tidak maka nantinya bisa timbul pengelupasan atau pelepasan ikatan setelah beberapa waktu berlalu.

Lihat posting sebelumnya, Konsep & Metode Waterproofing, 1 Dari 2

CGA, layanan jasa kontraktor di Bandung

CGA, jasa kontraktor Bandung, jangan ragu untuk menghubungi kami, atau bila anda ingin mengetahui lebih jauh tentang kami dapat membuka halaman profil CGA.