Bagaimana Cara Memilih Material Bebatuan Penutup Lantai Rumah

Penutup Lantai Bebatuan

Tips & info memilih material bebatuan penutup lantai yang sesuai dengan keperluan anda

Material bebatuan penutup lantai

Ketika rumah milik anda yang sedang dibangun mulai memasuki tahap penyelesaian (finishing) biasanya anda (para owner) akan menjadi kian terlibat, memilih dan mencari-cari material yang cocok untuk dipasangkan pada ruang luar maupun dalam pada bangunan anda, dalam hal ini tetap sama seperti judul diatas – penutup lantai.

Bagi yang sebelumnya telah menyewa jasa arsitek maka bisa terasa lebih ringan karena kontraktor bangunan tinggal mengikuti desainnya, berbagai keterangan mengenai jenis, warna, ukuran dll sudah ada disana (walau begitu biasanya saat finishing tetap saja ada perubahan dari owner/pemilik bangunan), tetapi bagi anda yang ‘solo fighter’ tanpa jasa desain arsitek maka perlu lebih meluangkan waktu dan tenaga untuk menentukan material finishing tersebut.

Berdasarkan hal diatas maka dibawah ini kami coba kumpulkan beberapa keterangan mengenai material penutup lantai yang lazim di pasaran, semoga bisa membantu dalam memilih material yang cocok bagi finishing anda.

Kriteria material bebatuan penutup lantai

Ketika memilih material lantai pertimbangkan mengenai beberapa hal berikut ini:

  • Bagaimana tingkat kelicinan dan kehalusannya, jangan memakai yang terlalu halus untuk lantai kamar mandi & balkon, atau area lainnya yang sering basah.
  • Bagaimana ketahanan permukaannya terhadap abrasi, jangan gunakan yang lunak atau mudah terkikis di area beban & gesekan berat/kasar. Marmer & kayu memiliki tingkat ketahanan abrasi yang rendah, sedangkan granit & lantai semen (floor hardener) lebih tahan abrasi & lebih cocok untuk dipakai.
  • Perhatikan juga fungsi ruang yang akan digunakan, apakah ada cairan kimia, asam dll disana? Pilihlah penutup lantai yang memang sesuai untuk keadaan tersebut.
  • Lingkungan, kayu dan karpet memberikan efek hangat, sangat cocok untuk di daerah ruangan atau lingkungan yang dingin, dan batuan serta keramik berkesan menyejukan, cocok untuk diruangan dan daerah yang hangat.

Penjelasan lebih detilnya dapat dilihat dibawah ini.

Batu Alam
Material dari bahan bebatuan menghasilkan kesan yang menyenangkan dan sangat terjangkau, bahkan di negara lain sekalipun; Itali dan India misalnya, terkenal akan berbagai variasi dari produk bebatuannya. Batu memiliki kelebihan bagi finishing lantai: bisa di poles ulang kapan saja diperlukan sehingga yang tadinya kusam bisa tampak baru kembali seperti sedia kala.

Granit
Granit termasuk ke dalam golongan batu vulkanik (berasal dari lava yang telah dingin dan membetuk batuan padat) dan memiliki sifat seperti berikut ini:

  • Sangat keras, kuat dan tahan abrasi
  • Tahan terhadap asam
  • Bisa di poles ulang

Sifat diatas tersebut membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk material penutup lantai atau pelapis atas lainnya (countertop dll). Bisa juga digunakan untuk lapisan dinding penutup. Hanya saja banyaknya granit berwarna gelap – hitam, merah, abu dll. Warna gelap ini cenderung membatasi penggunaan granit hanya cocok pada area tertentu saja.

Permukaan granit bisa juga dibuat dalam berbagai variasi tekstur selain halus, granit bisa di bakar, water blast, sand blast dll. Finishing jenis kasar ini banyak diperuntukan bagi ruang luar, contoh: seperti jalur pedestrian.

Marmer
Marmer masuk ke dalam golongan batu metamorph (terjadi karena tekanan yang sangat kuat dan panas di kedalaman tanah bumi). Adapun sifat marmer adalah sebagai berikut:

  • Kebanyakan batu marmer bersifat lunak, dan tidak terlalu tahan terhadap abrasi
  • Marmer tidak tahan terhadap asam/zat kimia
  • Bisa di poldes ulang
  • Sedikit tembus cahaya, sinar dapat menembus melaluinya hingga beberapa milimeter

Karena sifatnya yang seperti diatas tadi, marmer sebaiknya tidak digunakan pada area bertrafik tinggi, seperti jalur masuk utama atau tangga pada bangunan publik dll, batu granit akan jauh lebih baik untuk area tersebut. Juga karena marmer tidak tahan asam, maka jangan dipasang dibawah urinair (urin mengandung asam), lalu ruang dapur (sayur dan buah yang mengandung asam, lemon dkk). 

Walau begitu, marmer dihargai karena keindahannya dan kekayaan nuansa finishingnya, juga bersifat dingin sehingga menjadi nyaman untuk diinjak. Marmer tersedia dalam beragam variasi warna, jauh lebih banyak daripada granit, dan umumnya berwarna terang.

Sandstone
Batu sandstone ini tergolong ke dalam batu sedimen (terjadi dari sungai purba yang perlahan mengendapkan material pada bagian dasar sungai atau palungnya, tertimbun lapisan demi lapisan selama jutaan tahun). Sifat batu sandstone adalah:

  • Tahan terhadap abrasi, tapi tida selalu kuat juga, karena terbuat dari berbagai lapisan
  • Biasanya sangat tahan terhadap asam
  • Memiliki finishing yang kasar dan sulit di poles, karena mengandung butiran

Sifatnya ini menjadikannya cocok untuk lantai luar, karena karakternya yang anti selip. Karena batu sandstone terasa berbeda dibandingkan granit dan marmer, maka banyak digunakan untuk pertokoan dan butik. 

Steve Job (alm) konon melihat batu sandstone kebiru-biruan dan abu kala sedang melakukan perjalanan ke Florence, dan bertahun-tahun kemudian bersikeras bahwa batu tadi harus dipasang di setiap gerai apple karena ‘integritas’ nya.

Batu-batu tersebut di tambang dari area yang khusus diperuntukan untuk apple, dipotong perbagian dan setiap kepingnya diperiksa satu persatu untuk menentukan kelasnya oleh seorang ahli yang khusus untuk hal tersebut. Keping-keping tadi kemudian diatur sedemikian rupa sehingga kepingan dengan warna yang serupa diletakan bersama, menjadikan mereka nampak menjadi satu kesatuan ketika dilihat oleh mata.

CGA, layanan jasa kontraktor bangunan rumah di Bandung

CGA, jasa kontraktor rumah di Bandung, jangan ragu untuk menghubungi kami, atau bila anda ingin mengetahui lebih jauh tentang kami dapat membuka halaman profil CGA.